Sabtu, 25 Juni 2011

Aneh! Jenazah Naik Motor Gede ke Kuburannya

Aneh! Jenazah Naik Motor Gede ke Kuburannya - mayatberdiri4.jpg
Aneh-aneh saja keluarga pecinta motor besar, karena semasa hidup almarhum David Morales Colon, 22, gemar mengendarai motor balap besar miliknya. Dia suka berkeliling Kota San Juan, Puerto Rico, naik motor hadiah Motor dari pamannya, Jose Torres. Jadi saat meninggal pun, Morales tak lepas dari motor kesayangannya itu.

Sebelum pecinta motor itu dimakamkan, keluarganya memberikan sesuatu yang “berharga”. Bila biasanya jenazah diletakkan di peti mati, tubuh tak bernyawa Morales nangkring di atas motor Honda CBR600 F4 miliknya.

Orang yang melayat dibuat  tercengang karena Morales tak terlihat seperti mayat. Morales duduk di atas motor dengan kedua tangan memegang setang. Ia berpakaian serba hitam, ditambah kacamata, sementara helm kesayangannya berada di boncengan motor.

Berkat jasa Rumah Pemakaman Marin, hal ini bisa terwujud. Jenazah Morales dibalsem dan diletakkan sedemikian rupa, sehingga terlihat seperti mengendarai motor. Jenazahnya ‘dipamerkan’ selama dua hari, sebelum dimakamkan

“Saya mengenang Morales sebagai sosok yang manis. Dan saya senang bisa memberikan motor edisi terbatas itu padanya. Ia selalu mengendarainya ke manapun,” ujar Jose Torres kepada koran Primera Hora,

Elsie Marin, pemilik Rumah Pemakaman Marin, enggan mengungkap secara detail cara menaruh jenazah Morales seperti itu. Menurut Marin, mereka memperlakukan Morales sama seperti jenazah lainnya. Yang membedakan hanya saat meletakkannya di atas motor.

Tentu saja Morales tidak dimakamkan dalam keadaan nangkring di motor. Saat dikubur, tubuhnya telah kembali lurus di dalam peti mati.

“Tidak ada bagian tubuhnya yang patah. Proses pembalseman membuat badannya tetap kembali seperti jenazah lainnya yang terbaring di atas peti,” terang Marin.

Dua tahun lalu, perusahaan milik Marin juga sempat menghebohkan San Juan, dengan memasang mayat berdiri.  Tubuh Angel Pantoja Medina, 24, yang tewas tertembak, disemayamkan dengan posisi berdiri selama tiga hari. Ia mengenakan pakaian kesukaannya, topi dan juga kacamata.

Ini sebenarnya memenuhi ‘wasiat’ Medina. Pemuda itu sering mengatakan, bila meninggal ia ingin orang melihatnya berdiri di atas kedua kaki, bahkan di pemakaman sekalipun.

Montilla, pemilik Rumah Pemakaman Edwin Almodovar di Rio Piedras, menuturkan, yang digunakan untuk membalsem jenazah berbahan 90 persen formalin. Cairan ini bisa membuat tubuh seseorang kaku seperti tongkat.

Dalam kasus Morales, cairan yang digunakan tidak terlalu keras, sehingga mampu menjaga tubuh dalam posisi yang sama.

“Kemungkinan sebelum mengembalikan posisi jenazah ke dalam peti, ia diberi pijatan khusus di beberapa bagian tubuhnya,” terang Montilla.

sumber:surya.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post