Kamis, 23 Juni 2011

Kuliah Pakai Gaun Seronok malah Dapat Duit Rp 210 Juta

Kuliah Pakai Gaun Seronok malah Dapat Duit Rp 210 Juta

Usaha Geisy Arruda mahasiswi di Universitas Bandeirante di Sao Paolo, Brasil akhirnya sukses bisa kuliah lagi setelah sempat dikeluarkan dari kampusnya gara gara kuliah mengenakan gaun terlalu pendek dan seronok. Bahkan, mahasiswi "subur" tersebut mendapat ganti rugi senilai Rp 210 juta setelah pengadilan setempat memenangkan gugatannya.

Kebijakan universitas di Brasil ini semula mengeluarkan Geisy karena dinilai tidak sopan dengan mengenakan gaun pendek dan seronok saat kuliah.  Namun masyarakat setempat justru menyalahkan pihak kampus dan membantu si mahasiswi itu untuk mengajukan gugatan ke pengadilan.

Kasus ini memicu perdebatan luas di Brasil mengenai kebebasan individu dan moralitas umum. Pengadilan sipil di Sao Paolo mengatakan uang kompensasi itu cukup untuk mengganti kerugian yang diderita Arruda tanpa membahayakan keadaan keuangan Universitas Bandeirante, yang merupakan universitas swasta di pinggir kota Sao Paolo.

Atas kehebohan itu, Geisy Arruda (21) menjadi selebriti dadakan. Walau semula ia mendapat cemooh dan hinaan dari mahasiswa lain bulan Oktober lalu ketika dia mengenakan baju berwarna merah yang sangat pendek ke ruang kuliah. Universitas kemudian mengeluarkannya dengan alasan dianggap mengganggu ketenangan di kelas karena tidak menghormati prinsip etika, martabat akademik dan moral.

Tetapi universitas kemudian mengubah keputusan itu beberapa minggu kemudian karena kasus ini diangkat di media yang menimbulkan kemarahan masyarakat dan tekanan dari kementrian pendidikan, yang menuduh universitas bersikap  tidak toleran dan berlaku diskriminasi.

Arruda mengatakan saat itu dia merasa dipermalukan karena dikeluarkan dari sekolah. Tetapi kasus ini membuat dia menjadi seorang selebriti dadakan di Brasil. Dalam persidangan kasus ini universitas mengatakan Arruda dengan sengaja memicu kontroversi agar dia menjadi terkenal.

Baju minim merupakan hal yang lumrah di pantai-pantai dan kelab malam di Brasil, tetapi tidak diterima dalam acara dan situasi resmi. (bbc)
Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post