Jumat, 17 Juni 2011

Inilah Alasan Mengapa Facebook Mulai Kehilangan Daya Tarik

Inilah Alasan Mengapa Facebook Mulai Kehilangan Daya Tarik

 Facebook, situs pertemanan sosial terbesar di dunia maya, dilaporkan kehilangan user yang lumayan signifikan pada Mei lalu. Demikian diberitakanTime, Selasa (14/6/2011).
Hingga kini jumlah pengguna Facebookmencapai 700 juta dollar AS dengan IPO yang diperkirakan sekitar 100 miliar dollar AS. Meski demikian, akhir-akhir ini, Facebook mulai kehilangan penggunanya di sejumlah negara.
Sebagai contoh, Facebook kehilangan 6 juta user di Amerika Serikat (AS), 1,52 juta user di Kanada, dan ratusan ribu lainnya di Inggris, Norwegia, dan Rusia. Meski demikian, Facebook masih bisa menambah 11,8 juta user bulan lalu dari seluruh dunia. Namun, inilah alasan mengapa Facebook kehilangan user.
*Facebook membuat pertemanan yang sangat banyak
Mark Zuckerberg sudah mencapai titik di mana dirinya sudah berhasil membuat banyak orang menggunakan Facebook. Di AS, jumlahnya sudah mencapai setengah populasi di negara itu. Tetapi, Mark baru bisa mencapai satu miliar user jika berhasil meraih user di China yang sangat terkenal mengenai hal penyensoran.
*User mulai lelah dengan Facebook
"Saya pikir orang-orang mulai menghapus Facebook karena terlalu lelah," kata Lindsay Mannering dalam tulisannya di The Stir. Bahkan Bill Gates, yang juga investor dan teman Mark berhenti dari Facebook karena terlalu banyak teman. "Ini sudah tak bisa lagi di-handle," kata Lindsay.
*Perubahan ini hanya bersifat sementara
"Ini sebuah perubahan yang terjadi setiap saat, masa pendek, dan memberikan pengaruh dari bulan ke bulan," kata Eric Eldon dari Inside Facebook. Jangka pendek tidak masalah, yang penting adalah jangka panjang
*Situs pertemanan lain kini sedang meroket
Sejumlah situs lain seperti microbloggingTwitter, dan LinkedIn kini mendapatkan sebuah posisi yang sangat penting terutama di Kanada, AS, dan Inggris. Demikian disampaikan Robin Wauters dari TechCrunch.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post