Jumat, 10 Juni 2011

Keseringan Basuh Miss V dengan Air Picu Infeksi

Keseringan Basuh Miss V dengan Air Picu Infeksi

Banyak wanita membasuh vagina dengan air setelah buang air atau mandi. Padahal penelitian menyebutkan, membasuh vagina dengan air terlalu sering dapat meningkatkan infeksi vagina.

Jika wanita beranggapan membersihkan daerah kemaluannya dengan air dapat menghilangkan bakteri dan baik untuk kesehatan vagina, mungkin saat ini perlu dipikir ulang.

Pasalnya penelitian di Kenya selama sepuluh tahun menemukan bahwa mencuci atau membasuh bagian dalam vagina sebanyak tiga kali sehari, lebih mungkin untuk terinfeksi penyakit menular seksual dan HIV dibandingkan yang tidak.

Selain itu, wanita yang menggunakan sabun atau larutan pembersih vagina juga berisiko empat kali lebih besar terserang infeksi.

Tim dari University of Washington berpendapat membasuh bagian internal vagina menggunakan air terlalu sering, ditambah dengan penggunaan sabun dapat menyebabkan inflamasi sehingga infeksi lebih mungkin terjadi.

Sayangnya, hampir sepertiga wanita lazim melakukan hal tersebut setelah buang air kecil atau mandi dengan alasan kebersihan.

Membasuh vagina dengan air dan pemakaian sabun dapat mengganggu kadar PH normal dalam vagina. Bakteri baik dalam vagina juga lebih mudah hilang karena terlalu sering dibasuh.

Penulis studi Dr. Scott Mclellang mengatakan hubungan sebab akibat antara akuisisi membasuh vagina dengan risiko infeksi dan tertular HIV adalah sesuatu yang masuk akal. Dan menurutnya ini adalah studi pertama yang menunjukkan hubungan signifikan antara membasuh vagina dengan penularan HIV. (*)





Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post